Tampilkan postingan dengan label filosofi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filosofi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

Merubah Dunia, Mungkinkah?(Kontemplasi)


The Willingness to Change (Hasrat Untuk Berubah)

When I was young and free, and my imagination has no limits,
Ketika aku masih muda, dan bebas untuk berkhayal

I dreamed of changing the world.
Aku bermimpi untuk mengubah dunia

As I grew older and wiser, I discovered the world would not change.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah

So I shortened my sights somewhats,
Maka cita-citaku agak kusederhanakan

And decided to change only my country, But it too seemed immovable.
Dan kuputuskan hanya mengubah negeriku, Namun tampakanya itu pun tidak berhasil

As I grew into twilight years, in one last desperate attempt,
Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa

I settled for changing only my family, Those closet to me,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku saja, mereka yang paling dekat denganku,

But alas, They would have none of it.
Tetapi celakanya, mereka pun tidak dapat diubah

And now as I lay on my deathbed, I suddenly realized;
Dan kini, sementara aku terbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari,

Sabtu, 07 Agustus 2010

Benarkah Surga Di Telapak Kaki Ibu?( Cewek Wajib Baca dan Kaum Adam Harus Waspada)

Siapa yang tidak kenal dengan seorang yang telah berjasa dan bersusah payah melahirkan kita. Ibu adalah sesosok yang sakral dan paling dijunjung oleh kita sebagai anak yang berbakti. Bahkan ada istilah dahulukanlah perintah ibu, ibu dan ibu hingga tiga kali sekalipun. Kita sering mendengar bahwa surga ada ditelapak kaki ibu. Pengertian umum istilah ini mengindikasikan kita harus selalu berbakti, takut, tidak boleh melawan, tidak boleh berbuat durhaka dan lain sebagainya. Mungkin dalam keseharian istilah ini mengarah kepada seorang anak kepada ibunya. Jaminan surga menjadi kesan yang menyenangkan bagi sang putra bila berbakti kepada ibu. Namun apa jadinya bila jaminan surga itu sebenarnya bukan saja buat sang anak melainkan jaminan untuk sang ibu sendiri? Apa mungkin dengan telapak kaki ibu yang dipijakinya adalah surga menjadi jaminan rumah masa untuk dirinya sendiri?.